Dua Pendukung Inggris Menjalani Hukuman Seumur Hidup

suppoter inggris

Asosiasi Sepak Bola Inggris atau yang dikenal sebagai FA untuk pertama kalinya, memberikan sanksi terhadap pendukung timnas Inggris. Dimana kedua anggota klub pendukung tersebut harus menjalani hukuman larangan seumur hidup. Setelah keduanya membuat isyarata dengan menyindir mengenai Nazi di Jerman.

Dalam laga persahabatan tersebut, Inggris dikalahkan oleh klub asal Jerman, Borussia Dortmund yang mengakhiri skor 0-1 di bulan Maret silam. Yang membuat kegaduhan dari perilaku suporter timnas Inggris. Ketika itu, kedua pendukung mengejek lagu kebangsaan Jerman dan bernyanyi dengan lantang atas lagu-lagu mengenai Perang Dunia pertama dan kedua.

Perilaku buruk itu terjadi di pusat kota Dormund yang kemudian dilanjutkannya di dalam Stadion Signal Iduna Park. Perilakua yang dapat memicu antar negara itu yang dilakukan oleh kedua pendukung Inggris, telah mendapatkan sanksi berupa larangan seumur hidup yang tindak lanjuti oleh England Supporter Travel Club atau yang disingkat ESTC.

suporter-inggris
suporter inggris membuat rusuh

Suporter Inggris Membuat Ulah di Jerman

Terlihat seorang pendukung yang sedang melakukan penghormatan Nazi yang berada jauh di ujung lapangan. Sedangkan satu orang lainnya tengah membuat kumis yang menyerupai Adolf Hitler dan telah memberikan isyarat memotong dibagian leher kepada para pendukung Jerman. Hal ini merupakan tindakan yang tidak terpuji, yang dapat menimbulkan kedua negara itu rusak.

Sebuah kabar dari media, yang mengatakan bahwa sekitar 27 anggota yang dikenakan hukuman dari keanggotaan ESTC mereka dalam jangka waktu yang berbeda-beda. Yang mana diantara enam lainnya diberikan peringatan tertulis dan untuk kasus lainnya masih ditunda. Hal ini membuat nama negaranya sendiri yang jelek dan merusak sepak bola yang sportif.

Adanya tindakan kasar yang dikarenakan oleh minuman alkohol tersebut membuat malu otoritas sepak bola Inggris dan juga citra dari negara itu sendiri. FA pun langsung memberikan tindakan dengan tegas, atas perilaku dari pendukung Inggris yang melakukan hal-hal buruk dalam sepak bola kancah internasional.

Greg Clarke yang merupakan pemimpin FA, sangat menyesali perilaku dari pendukung negaranya yang benar-benar tidak pantas dan sangat mengecewakan itu. Tidak lama kemudian, langsung diadakan konfrensi pers, dari pihak otoritas yang mengatakan sangat prihatin atas generasi pendukung mereka yang baru. Yang terutama, pendukung mereka yang berusia antara 18 sampai dengan 25 tahun.

Tindakan yang dilakukan oleh FA kepada perilaku buruk dari para pendukungnya itu langsung mendapatkan tanggapn yang positif dari berbagai pihak. Dimana pda bagian informasi ESTC telah menerima sebanyak 100 respon positif dengan hanya satu jam.

west ham vs chelsea
kedua pemain sedang berebut bola

Klub Liga Inggris Melarang Menjual Alkohol

Dengan adanya peraturan terbaru yang akan diterapkan oleh West Ham United saat berhadapan dengan Chelsea di Piala Liga, pada tanggal 27 Oktober 2016 silam. Dimana klub yang dijuluki The Hammers itu melarang di sekitar area Stadion Olimpiade London untuk berjualan alkohol.

Sebuah media kabar di Inggris, yang mengkonfirmasikan bahwa larangan penjualan minuman yang mengandung alkohol itu untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan oleh klub. Sebelum pertandingan berlangsung, manajemen West Ham telah meminta kepada polisi untuk melakukan razia, sebelum penonton masuk ke dalam stadion. Dimana pihak klub pun meminta kepada penonton untuk datang ke stadion lebih awal.

“Kami melarang berjualan alkohol sebelum pertandingan baik itu di bar dan di luar stadion. Meski bar yang berada di dalam stdaion tetap buka. Jika ditemukan minuman beralkohol akan dituangkan di gelas plastik. Tidak ada satu pun yang menjual lakohol usai pertandingan. Jika masih berani membawa, maka akan berurusan dengan polisi atas tuduhan kejahatan dan ketidaknyamanan. Banyak pihak yang memberikan dukungan hal tersebut, agar pertandingan berjalan dengan aman,” penyataan dari ofisial klub West Ham.